Posts

Showing posts from September, 2013

puisi

Gugur - W.S Rendra Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya Tiada kuasa lagi menegak Telah ia lepaskan dengan gemilang pelor terakhir dari bedilnya Ke dada musuh yang merebut kotanya Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya Ia sudah tua luka-luka di badannya Bagai harimau tua susah payah maut menjeratnya Matanya bagai saga menatap musuh pergi dari kotanya Sesudah pertempuran yang gemilang itu lima pemuda mengangkatnya di antaranya anaknya Ia menolak dan tetap merangkak menuju kota kesayangannya Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya Belumlagi selusin tindak mautpun menghadangnya. Ketika anaknya memegang tangannya ia berkata : ” Yang berasal dari tanah kembali rebah pada tanah. Dan aku pun berasal dari tanah tanah Ambarawa yang kucinta Kita bukanlah anak jadah Kerna kita punya bumi kecintaan. Bumi yang menyusui kita dengan mata airnya. Bumi kita adalah tempat pautan yang sah. Bumi kita adalah kehormatan. Bumi kita adalah juwa dari jiwa. Ia ...

cerpen

Kasih tak Sampai Aku sayang kamu”. Begitulah ungkapan rasa sayang Alex pada kekasihnya, Rose. A lexander Ariashena. Cowok keren yang menjadi dambaan cewek-cewek di SMA Bima Sakti, yang akhirnya menjadi pangeran untuk Rosella Anggara, cewek mungil berjilbab dengan senyuman manis dan tingkah anggunnya. Namun tiba-tiba, Luna mengagetkan Alex “Dasar PLAYBOY!!”. Kata kata itu selalu terngiang nyaring di telinga Alex, dan dia tidak paham akan maksud dua buah kata yang terucap dari bibir mungil Luna. Setelah kejadian itu, Alex teringat akan memory kenangannya tiga tahun yang lalu. Saat bertama kali dia bertemu dan berkenalan dengan Luna. SMP Bhakti Persada, tempat pertama kali Alex bertemu dengan Luna di kelas 7C. Kenal karena hal yang sangat sepele, yaitu minta nomor HP. Alex yang dulu lugu, polos, dan tak kenal wanita akhirnya jatuh cinta pada Luna. What is love at first sight? Mmm, maybe. Setiap di kelas, Alex selalu merasa melayang di angkasa karena Luna. Ya,...

puisi

Penantian Lengkap sudah sepi ini Mungurung sendiriku Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api Menyusuri jalanan lengang Bersimbah angan tanpa tujuan Dalam derap gerimis yang pongah Menghujam, terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi Membawa sebaris kata bhagia yang menenggelamkan nurani Di atas pengharapan tak berkesudahan Tentang rindu kusam Tentang cinta terbuang Tentang satu namamu Di antara keluh kesah, gundah gulana, air mata dan lara Masih adakah sedikit seyum darimu Di batas penantianku, yang kini makin terbata Jika masih ada runag di hatimu untukku, sedikit saja Tolong bicaralah pada tanah membentang Pada pohon-pohon rindang Dan angin yang mengusik keangkuhan Setidaknya, agar ada tanda yang bisa kubaca dan kuraba

puisi

Mencintaimu Mencintaimu adalah membuat duniaku berputar sempurna Setiap detiknya bermakna karena sarat rasa Malam dan siang adalah warna yang penuh cerita Penuh kisah karena setiap putarannya mengalun indah Mencintaimu adalah persembahan apa adanya hatiku Menetes dengan rasa jujur Berdesir bagai darah dan kau ada di situ Di tempat warna merahnya tidak akan pernah luruh Mencintaimu adalah segenap kekuatanku Akan hilangnya poros bagi duniaku berputar setiap waktu Akan berhentinya darah karena tak ada lagi dirimu Dan semua tak lagi lengkap di saat kau telah berlalu

cerpen

AKANKAH ... Senja kala itu .. Ku tatap sang fajar yang mulai kembali ke singgasananya. Pepohonan mulai begoyang mengikuti gerak sang bayu. Krik..krik.. jangkrik sawah mulai mendengungkan suara merdunya. Aku, hanya duduk terpaku dengan tatapan nanar melihat keindahan itu. Goresan luka yang hingga kini belum terobati, malah kian menjadi momok yang selalu menghantui hariku. Bayangmu masih terkelibat setiap saat. Kenangan itu selalu mengusik jiwa ini untuk kembali mengulangnya. Khayalku tertuju pada kenangan itu lagi. Dua tahun yang lalu, saat kau sayatkan sembilu di hati ini. “Maaf, untuk saat ini kita break dulu ya. Aku mau konsentrasi akademiku dulu. Aku janji, setelah wisuda nanti aku akan kembali lagi sama kamu. Kamu setia nunggu aku kan?”. Yah itulah kata yang terakhir dia ucapkan padaku. Masih terekam jelas dalam memory ingatku dan selalu terngiang di telinga. Sebut saja namanya ‘Abfa’. Sosok lelaki yang selalu membayangiku dengan kenangan manis yang tak terlupa...